_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"teknikelektronika.com","urls":{"Home":"http://teknikelektronika.com","Category":"http://teknikelektronika.com/category/equipment/","Archive":"http://teknikelektronika.com/2017/06/","Post":"http://teknikelektronika.com/pengertian-thyristor-jenis-thyristor/","Page":"http://teknikelektronika.com/","Attachment":"http://teknikelektronika.com/pengertian-thyristor-jenis-thyristor/pengertian-thyristor-dan-jenis-jenis-thyristor/","Nav_menu_item":"http://teknikelektronika.com/778/","Custom_css":"http://teknikelektronika.com/mh_magazine/"}}_ap_ufee

Cara Membuat Induktor (Coil) yang berinti Udara

Cara Membuat Induktor (Coil) yang berinti udara

Cara Membuat Induktor (Coil) yang berinti Udara – Induktor atau Coil merupakan Komponen Elektronika yang penting untuk sebuah Rangkaian yang berkaitan Frekuensi Radio (RF) seperti pada Antena, Tuner dan Amplifier.  Tetapi kadang-kadang kita sulit untuk mendapatkan Komponen Induktor yang sesuai dengan nilai yang dibutuhkan oleh Rangkaian Frekuensi Radio kita. Sebagai seorang penghobi Elektronika, tentunya kita memiliki cara untuk mendapatkan komponen tersebut yaitu dengan merakit atau membuat sendiri Induktor tersebut sesuai dengan nilai Induktansi yang kita inginkan. Caranya pun lumayan mudah.

Rumus dan Cara membuat Induktor yang berinti Udara (Air Inductor)

Berikut ini saya coba berbagi cara untuk membuat Induktor yang berinti Udara. Hal yang terpenting adalah mengetahui rumus untuk mendapat nilai Induktansi yang diinginkan.

Rumusnya adalah sebagai berikut :

L = [d2 n2] / [18d + 40l]

Dimana :
L = Nilai Induktansi dalam satuan Mikro Henry (µH)
d = Diameter Koil dalam satuan Inci
l = Panjang Koil dalam satuan Inci
n = Jumlah Lilitan

Catatan :
Panjang Coil (Induktor) harus sama dengan atau 0.4 kali lebih besar dari diameter Coil (inductor).

Kawat yang digunakan untuk Induktor pada umumnya adalah Kawat Tembaga yang dibungkus oleh Insulator. Carikan Inti sementara yang sesuai dengan Diameter Induktor yang dinginkan. Induktor atau Coil harus dililit secara ketat dan diusahakan untuk dililit sedekat mungkin. Setelah dililit sesuai dengan panjang yang diinginkan, tarik atau keluarkan pelan-pelan inti sementara tersebut agar tidak menganggu Induktor yang telah dililit, kemudian berikan sedikit Epoxy (perekat) agar lilitan Induktor (Coil) tidak mudah merenggang. Terakhir, lepaskan Insulator Kawat pada kedua ujung Induktor agar dapat disolder atau menghantar arus listrik.

Contoh Kasus :

Seorang penghobi Elektronika memerlukan Induktor yang bernilai Induktansi 5 µH yang diperuntukan rangkaian Frekuensi Radionya. Diameter Induktor adalah 0.5 inci dan panjang Induktor tersebut adalah 1 inci. Berapakan lilitan yang diperlukan ?

Penyelesaiannya :

Berdasarkan soal diatas maka diketahu bahwa :
L = 5 µH
d = 0.5 inci
l = 1 inci
n = ?

n = √{L [18d + 40l]} / d
n =√{5 [(18×0.5) + (40×1)]} / 0.5
n = 31 lilit.

Artinya, untuk mendapatkan nilai Induktansi 5 µH diperlukan 31 lilitan sesuai dengan diameter dan panjang Induktor yang ditentukan diatas.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*