_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"teknikelektronika.com","urls":{"Home":"http://teknikelektronika.com","Category":"http://teknikelektronika.com/category/equipment/","Archive":"http://teknikelektronika.com/2017/10/","Post":"http://teknikelektronika.com/pengertian-tegangan-listrik-electric-voltage/","Page":"http://teknikelektronika.com/","Attachment":"http://teknikelektronika.com/pengertian-tegangan-listrik-electric-voltage/pengertian-tegangan-listrik-electrical-voltage/","Nav_menu_item":"http://teknikelektronika.com/778/","Custom_css":"http://teknikelektronika.com/mh_magazine/","Insertpostads":"http://teknikelektronika.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Cara Menentukan Jenis Transistor NPN dan PNP dengan Digital Multimeter

Cara Menentukan Jenis Transistor NPN dan PNP dengan Digital Multimeter – Transistor adalah salah satu Komponen Semikonduktor yang sering digunakan dalam rangkaian Elektronika. Transistor memiliki berbagai fungsi yang dibutuhkan oleh suatu rangkaian elektronika. Fungsi-fungsi tersebut diantaranya seperti sebagai Penguat, penyearah, Switch, Mixer dan Stabilisator.

Pada umumnya, Transistor dapat dibagikan menjadi dua jenis yaitu Transistor Bipolar dan Transistor FET. Kedua jenis Transistor tersebut sama-sama memiliki tiga kaki terminal namun memiliki nama yang berbeda. Transistor Bipolar menggunakan nama Kaki Terminal Basis (B), Kolektro (K), Emitor (E) sedangkan Transistor FET menggunakan nama Kaki Terminal Gate (G), Drain (D) dan Source (S). Transistor NPN dan Transistor PNP yang akan kita bahas pada artikel ini merupakan jenis Transistor yang digolongkan sebagai Transistor Bipolar, yaitu Transistor yang memiliki dua polaritas dalam membawa arus listrik.

Cara Menentukan Jenis Transistor NPN dan PNP dengan Digital Multimeter

Transistor NPN dan Transistor PNP memiliki bentuk fisik yang hampir sama dan sangat sulit untuk dibedakan tanpa menggunakan alat ukur atau Multimeter, terkecuali kita mendapatkan datasheet Transistor tersebut berdasarkan kode yang tercetak di badan Transistor yang bersangkutan. Pada artikel ini, kita akan membahas bagaimana mengetahui jenis Transistor NPN dan PNP dengan menggunakan Digital Multimeter.

Sebelum kita memulai, kita perlu mengetahui posisi kaki terminal Basis, Kolektor dan Emitor Transistor tersebut. Berikut ini beberapa referensi tata letak kaki terminal Transistor yang umum digunakan oleh berbagai rangkaian elektronika. Tata letak Transistor tersebut berdasarkan Bentuk Paket Transistornya :

Cara Menentukan Jenis Transistor NPN dan PNP dengan menggunakan Digital Multimeter

Pada prinsipnya, di internal sebuah transistor terdiri dari dua buah dioda, jika jenis Transistornya adalah PNP maka di internal transistor tersebut terdiri dari sebuah dioda PN pada terminal Emitor-Basis dan satu lagi adalah dioda NP pada terminal Basis-Kolektor. Dengan prinsip tersebut, kita dapat dengan mudah membedakan jenis transistor NPN ataupun PNP dengan menggunakan pengukuran Mode Dioda pada Digital Multimeter.
Baca juga : Fungsi Transistor dan Struktur Dasar Transistor.

Pada Mode Dioda tersebut, layar Multimeter akan menampilkan tegangan tertentu ketika  probe merah (positif) dihubungkan ke terminal Anoda dan probe hitam (negatif) pada terminal Katoda. Sebaliknya, layar Multimeter akan menampilkan ‘NOL’ apabila probe merah (positif) dihubungkan ke terminal Katoda dan probe hitam (negatif) ke terminal Anoda.
Baca juga : Fungsi Dioda dan Cara Mengukurnya.

Setelah mengetahui Posisi Kaki terminal Transistor dan prinsip dasar sebuah transistor, mari kita mulai mempersiapkan komponen Transistor yang akan kita uji dan Digital Multimeter sebagai pengujinya.

Langkah-langkah untuk menentukan jenis Transistor NPN

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menentukan Transistor NPN :

  1. Atur posisi saklar pada mode Dioda.
  2. Hubungkan Probe Merah (+) pada terminal Basis Transistor.
  3. Hubungkan Probe Hitam (-) pada terminal Emitor Transistor. Layar Multimeter akan menunjukan nilai tegangan tertentu.
  4. Pindahkan Probe Hitam (-) pada terminal Kolektor Transistor. Layar Multimeter akan menunjukan nilai tegangan tertentu.
  5. Jika langkah ke-3 dan ke-4 menunjukan nilai tegangan tertentu, maka Transistor tersebut dapat dipastikan adalah Transistor jenis NPN.

Emitor = Semikonduktor Tipe N = Katoda pada Dioda.
Basis = Semikonduktor Tipe P = Anoda pada Dioda.
Kolektor = Semikonduktor Tipe N = Katoda pada Dioda.

Langkah-langkah untuk menentukan jenis Transistor PNP

Berikut ini adalah langkah-langkah untuk menentukan Transistor PNP :

  1. Atur posisi saklar pada mode Dioda
  2. Hubungkan Probe Hitam (-) pada terminal Basis Transistor.
  3. Hubungkan Probe Merah (+) pada terminal Emitor Transistor. Layar Multimeter akan menunjukan nilai tegangan tertentu.
  4. Pindahkan Probe Merah (+) pada terminal Kolektor Transistor. Layar Multimeter akan menunjukan nilai tegangan tertentu.
  5. Jika langkah ke-3 dan ke-4 menunjukan nilai tegangan tertentu, maka Transistor tersebut dapat dipastikan adalah Transistor jenis PNP.

Emitor = Semikonduktor Tipe P = Anoda pada Dioda.
Basis = Semikonduktor Tipe N = Katoda pada Dioda.
Kolektor = Semikonduktor Tipe P = Anoda pada Dioda.

Cara Mengukur Transistor dengan Multimeter Digital

Pada dasarnya, Pengujian diatas menggunakan prinsip pengujian dioda pada sebuah transistor yaitu jika Probe Merah (Positif) dihubungkan ke Anoda dan Probe Hitam (Negatif) dihubungkan ke Katoda maka  multimeter akan menunjukan nilai tegangan tertentu. Sebaliknya, jika Probe Merah pada Katoda dan Probe Hitam pada Anoda maka multimeter tidak akan menunjukan adanya tegangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*