_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"teknikelektronika.com","urls":{"Home":"http://teknikelektronika.com","Category":"http://teknikelektronika.com/category/equipment/","Archive":"http://teknikelektronika.com/2017/11/","Post":"http://teknikelektronika.com/pengertian-skala-likert-likert-scale-menggunakan-skala-likert/","Page":"http://teknikelektronika.com/","Attachment":"http://teknikelektronika.com/pengertian-skala-likert-likert-scale-menggunakan-skala-likert/skala-likert/","Nav_menu_item":"http://teknikelektronika.com/778/","Custom_css":"http://teknikelektronika.com/mh_magazine/","Insertpostads":"http://teknikelektronika.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Cara Mengukur Potensiometer dengan Multimeter

Cara mengukur Potensiometer dengan Multimeter

Cara mengukur Potensiometer dengan Multimeter – Kita dapat mengukur nilai Resistansi dari sebuah Potensiometer dengan menggunakan alat ukur yang dinamakan Multimeter, baik Multimeter yang menunjukan nilai Digital maupun Multimeter Analog. Seperti yang kita ketahui bahwa Multimeter adalah alat ukur yang terdiri dari gabungan pengukuran Arus Listrik (Ampere), Tegangan Listrik (Volt) dan Resistansi/Hambatan (Ohm). Untuk mengukur Potensiometer yang merupakan komponen keluarga Resistor, Potensiometer tentunya diukur dengan fungsi Ohm (Resistansi) yang terdapat pada Multimeter. Dalam pengukuran, kita dapat mengetahui Nilai Maksimum Resistansi sebuah Potensiometer dan juga perubahan Nilai Resistansi Potensiometer saat kita memutar Shaft atau Tuas pengaturnya.

Cara Mengukur Potensiometer

Berikut ini adalah cara untuk mengukur nilai Resistansi Potensiometer dengan menggunakan Multimeter Digital :

Untuk mengetahui Nilai Resistansi Maksimum Potensiometer

  1. Aturlah posisi Saklar Multimeter pada posisi Ohm (Ω)
  2. Hubungkan Probe Multimeter pada kaki Terminal yang pertama (1) dan Terminal ketiga (3).
  3. Perhatikan nilai Resistansi Potensiometer pada Display Multimeter, nilai yang tampil adalah nilai maksimum dari Potensiometer yang sedang kita ukur ini.Cara mengukur Potensiometer (mengetahui nilai resistansi maksimum)

Perlu diketahui, Nilai Maksimum tersebut merupakan Nilai Nominal Potensiometer dan akan hampir sama dengan nilai yang tertera pada badan Potensiometer itu sendiri. Nilai Resistansi Potensiometer pada Terminal 1 dan Terminal 3 akan selalu konstan. Artinya, Pemutaran Shaft (Tuas) pengatur tidak akan berpengaruh terhadap nilai pengukurannya.

Untuk mengukur Perubahan Nilai Resistansi Potensiometer

  1. Aturlah posisi Saklar Multimeter pada posisi Ohm (Ω)
  2. Hubungkan Probe Multimeter pada kaki Terminal yang pertama (1) dan Terminal kedua (2).
  3. Putarlah Shaft atau Tuas pada Potensiometer searah jarum jam,
  4. Perhatikan Nilai Resistansi pada Display Multimeter, Nilai Resistansi and naik seiring dengan pergerakan Shaft  (Tuas) Potensiometer tersebut. Sebaliknya, Jika Shaft (Tuas) Potensiometer diputar berlawanan arah jarum jam, Nilai Resistansi akan menurun seiring dengan pergerakan Shaft (Tuas) Potensiometer tersebut.
  5. Pindahkan Probe Multimeter dari kaki Terminal pertama (1) ke Terminal ketiga (3). Jadi, sekarang kaki Terminal Potensiometer yang diukur adalah Terminal 2 dan Terminal 3.
  6. Putarlah Shaft (Tuas) Potensiometer searah jarum jam,
  7. Perhatikan Nilai Resistansi Potensiometer pada Display Multimeter, Nilai Resistansi akan menurun seiring dengan pergerakan Shaft (Tuas) Potensiometer tersebut. Sebaliknya, Jika Shaft (tuas) Potensiometer diputar berlawanan arah jarum jam,  Nilai Resistansi akan naik seiring dengan pergerakan Shaft (Tuas) Potensiometer tersebut.Cara mengukur Potensiometer (mengukur perubahan nilai resistansi)

Catatan :
Potensiometer tidak mengenal Polaritas Positif dan Negatif sehingga Posisi peletakan Probe Merah dan Probe Hitam Multimeter tidak menjadi masalah dalam pengukuran.

Untuk mengetahui Pengertian, Prinsip Kerja dan Fungsi Potensiometer, silakan baca artikel : Pengertian dan Fungsi Potensiometer.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*