_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"teknikelektronika.com","urls":{"Home":"http://teknikelektronika.com","Category":"http://teknikelektronika.com/category/equipment/","Archive":"http://teknikelektronika.com/2017/08/","Post":"http://teknikelektronika.com/pengertian-hukum-faraday-bunyi-hukum-faraday/","Page":"http://teknikelektronika.com/","Attachment":"http://teknikelektronika.com/pengertian-hukum-faraday-bunyi-hukum-faraday/pengertian-hukum-faraday-dan-bunyi-hukum-faraday/","Nav_menu_item":"http://teknikelektronika.com/778/","Custom_css":"http://teknikelektronika.com/mh_magazine/","Insertpostads":"http://teknikelektronika.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Cara Mengukur SCR (Silicon Controlled Rectifier) dengan Multimeter

Cara Mengukur SCR (Silicon Controlled Rectifier) dengan Multimeter – SCR atau Silicon Controlled Rectifier pada dasarnya merupakan Dioda yang memiliki 3 terminal kaki. Dua kaki diantaranya adalah Anoda dan Katoda yang fungsinya sama seperti Dioda pada umumnya, sedangkan kaki ketiga berfungsi sebagi pengendali atau sering disebut dengan “Gate”. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai prinsip kerja SCR, silakan baca : Pengertian SCR dan Prinsip Kerjanya.

Suatu hal penting yang perlu diketahui bahwa sebuah SCR hanya dapat menghantarkan listrik seperti dioda normal apabila diberikan tegangan maju (Forward-biased) dan mendapatkan tegangan positif pada kaki pengendali (gate).  Oleh karena itu, terdapat sedikit perbedaan antara pengujian SCR dengan pengujian Dioda normal pada umumnya. Namun kita tetap dapat menggunakan Multimuter dalam mengukur atau menguji apakah sebuah SCR dapat berfungsi dengan baik atau tidak.

Cara Mengukur SCR dengan Multimeter

Untuk menguji atau mengukur sebuah SCR, Perlengkapan yang perlu disiapkan adalah sebuah Multimeter dan satu kabel pendek yang akan kita gunakan sebagai Jumper atau penghubung. Berikut ini adalah langkah-langkah mengukur SCR dengan menggunakan Multimeter.

  1. Atur posisi saklar Multimeter ke R atau Ohm (Ω) x10.000.Cara Mengukur SCR dengan Multimeter
  2. Hubungkan Probe Hitam Multimeter (Negatif) ke kaki Anoda SCR dan Probe Merah Multimeter (Positif) ke kaki Katoda SCR.
  3. Baca hasil pengukuran di layar Multimeter, hasil pengukurannya harus menunjukan nilai resistansi yang tinggi.
    *Jika hasil pengukurannya menunjukan nilai resistansi yang sangat rendah, maka SCR tersebut dinyatakan hubung singkat (Short)/rusak.
  4. Hubungkan Probe Merah Multimeter (Positif) ke kaki Anoda SCR dan Probe Hitam Multimeter (Negatif) ke kaki Katoda SCR.
  5. Baca hasil pengukuran di layar Multimeter, hasil pengukurannya juga harus menunjukan nilai resistansi yang tinggi.
    *Jika hasil pengukurannya menunjukan nilai resistansi yang sangat rendah, maka SCR tersebut dinyatakan hubung singkat (Short)/rusak.
  6. Pada kondisi Probe Merah dan Probe Hitam masih terhubung di kaki SCR seperti pada langkah ke-4, hubungkan kaki Anoda dan kaki Gate pada SCR dengan menggunakan sebuah kabel penghubung (jumper). Jika SCR berfungsi dengan baik maka nilai resistansi yang tampil pada layar Multimeter akan menunjukan nilai resistansi yang sangat rendah. Nilai resistansinya ini akan tetap rendah meskipun kabel penghubung jumper tersebut dilepas.
    Jumper atau Kabel penghubung ini berfungsi untuk memberikan arus ke kaki “Gate” SCR atau sebagai pemicu “Trigger” SCR.
    Cara Mengukur SCR dengan Multimeter Analog (Menghubungkan kaki Anoda dan Gate SCR)

Catatan :

  • Kita juga dapat menggunakan Multimeter Digital untuk mengukur SCR seperti cara yang disebutkan diatas.
  • Setiap tipe SCR memiliki karakteristik dan spesifikasi yang berbeda-beda, jika arus yang diberikan oleh Multimeter tidak mencukupi untuk mengaktifkan SCR, maka kita dapat coba untuk mengubah setting posisi saklar ke Ohm (Ω) x1.000 atau x100.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*