_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"teknikelektronika.com","urls":{"Home":"http://teknikelektronika.com","Category":"http://teknikelektronika.com/category/equipment/","Archive":"http://teknikelektronika.com/2017/04/","Post":"http://teknikelektronika.com/pengertian-pcb-printed-circuit-board-jenis-jenis-pcb/","Page":"http://teknikelektronika.com/","Attachment":"http://teknikelektronika.com/pengertian-pcb-printed-circuit-board-jenis-jenis-pcb/pengertian-pcb-dan-jenis-jenisnya/","Nav_menu_item":"http://teknikelektronika.com/778/","Custom_css":"http://teknikelektronika.com/mh_magazine/"}}_ap_ufee

Daftar Isi

Daftar Isi Blog Teknik Elektronika dan Statistika  (teknikelektronika.com)

Komponen Elektronika

  1. Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya
  2. Pengertian PCB dan Jenis-jenisnya
  3. Pengertian Resistor dan Jenis-jenisnya
  4. Pengertian Induktor dan Jenis-jenisnya
  5. Pengertian Kapasitor dan Jenis-jenisnya
  6. Pengertian Dioda
  7. Pengertian Transistor
  8. Pengertian Phototransistor dan Prinsip Kerjanya
  9. Pengertian LDR
  10. Pengertian Baterai dan Jenis-jenisnya
  11. Pengertian Integrated Circuit (IC) dan aplikasinya
  12. Pengertian TRIAC dan Aplikasinya
  13. Pengertian DIAC dan Cara Kerjanya
  14. Kelebihan dan Keterbatasan Integrated Circuit (IC)
  15. Jenis-jenis Pengelompokan IC (Integrated Circuit)
  16. Mengenal IC 555 dan Konfigurasi kakinya
  17. Pengertian Sel Surya (Solar Cell) dan Prinsip Kerjanya
  18. Pengertian Dioda Zener dan Prinsip Kerjanya
  19. Pengertian Dioda Varaktor dan Prinsip Kerjanya
  20. Pengertian Dioda Laser dan Aplikasinya
  21. Pengertian Dioda Tunnel dan Karakteristiknya
  22. Pengertian Dioda Foto (Photodiode) dan Prinsip Kerjanya
  23. Pengertian Transducer dan Jenis-jenisnya
  24. Pengertian Loudspeaker dan Prinsip Kerjanya
  25. Pengertian Microphone dan Prinsip Kerjanya
  26. Pengertian Optocoupler dan Prinsip Kerjanya
  27. Jenis-jenis IC Voltage Regulator
  28. Pengertian Seven Segment Display (Layar 7 Segmen)
  29. Pengertian dan Fungsi Potensiometer
  30. Pengertian Rheostat dan Jenis-jenisnya
  31. Pengertian LED (Light Emitting Diode) dan Prinsip Kerjanya
  32. Lampu TL Fluorescent dan TL LED
  33. Pengertian Sensor Suhu dan Jenis-jenisnya
  34. Pengertian Termokopel (Thermocouple) dan Prinsip Kerjanya
  35. Jenis-jenis Lampu Listrik
  36. Pengertian Sakelar Listrik dan Cara Kerjanya
  37. Pengertian Antena dan Parameter Karakteristiknya
  38. Pengertian Thermistor NTC dan PTC
  39. Pengertian Relay dan Fungsinya
  40. Pengertian Fuse (Sekering) dan Cara Mengukurnya
  41. Pengertian Konektor (Connector) dan Jenis-jenisnya
  42. Pengertian SCR (Silicon Conttrolled Rectifier) dan Prinsip Kerjanya
  43. Jenis-jenis Baterai Kancing (Button Cell) dan Cara Membacanya
  44. Pengertian Piezoelectric Buzzer dan Cara Kerjanya
  45. Pengertian Op-Amp (Operational Amplifier)
  46. Pengertian MCB (Miniature Circuit Breaker) dan Prinsip kerja MCB
  47. Pengertian dan Fungsi Ferrite Bead

Teori Elektronika

  1. Pengertian dan Bunyi Hukum Ohm
  2. Pengertian dan Bunyi Hukum Coulomb
  3. Pengertian dan Bunyi Hukum Kirchhoff (Kirchhoff 1 dan Kirchhoff 2)
  4. Pengertian dan Prinsip Dasar Semi Konduktor
  5. Rangkaian Seri dan Paralel Resistor
  6. Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor
  7. Rangkaian Seri dan Paralel Baterai
  8. Rangkaian Seri dan Paralel Induktor
  9. Pengertian Spektrum Frekuensi Radio dan Pengalokasiannya
  10. Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-jenisnya
  11. Pengertian Daya Listrik dan Cara Menghitungnya
  12. Cara Menghitung Nilai Resistor (Kode Warna dan Kode Angka)
  13. Cara Menghitung Nilai Kapasitor berdasarkan Kode Angkanya
  14. Prinsip Kerja DC Power Supply (Catu Daya)
  15. Cara Menghitung Daya Listrik yang diperlukan Rumah
  16. Cara Membuat Induktor yang berinti Udara
  17. Cara Menghitung Nilai Resistor untuk Indikator LED
  18. Cara Menghitung Konstanta Waktu Rangkaian RC (Resistor Capacitor)
  19. Besaran dan Satuan Listrik/Elektronika
  20. Mengenal Kode-kode Transistor dan Dioda
  21. Arti Kode/Tulisan pada MCB (Miniature Circuit Breaker)
  22. Tiga Konfigurasi Dasar Transistor Bipolar
  23. Pengertian Rectifier (Penyearah Gelombang) dan Jenis-jenisnya
  24. Pengertian Desibel (Decibel) dan Cara Menghitungnya
  25. Rumus dan Rangkaian Pembagi Tegangan (Voltage Divider)
  26. Pengertian Aljabar Boolean dan Hukumnya
  27. Pengertian Osilator dan Prinsip Kerjanya
  28. Pengertian Power Amplifier (Penguat Daya) dan Kelas-kelasnya
  29. Cara Menghitung Panjang Gelombang dan Kecepatan Gelombang
  30. Pengertian Flip-flop dan Jenis-jenisnya
  31. Pengertian Electrical Waveform (Bentuk Gelombang Listrik) dan Jenis-jenisnya
  32. Pengertian Modulasi dan Jenis-jenisnya
  33. Teorema Thevenin dan Cara Perhitungannya
  34. Teorema Norton dan Cara Perhitungannya

Teknik Pengujian Komponen Elektronika

  1. Cara Menggunakan Multimeter
  2. Cara Mengukur Dioda
  3. Cara Mengukur Transistor
  4. Cara Menentukan Jenis Transistor NPN dan PNP dengan Digital Multimeter
  5. Cara Mengukur LDR
  6. Cara Mengukur Kapasitor
  7. Cara Mengukur Potensiometer
  8. Cara Mengukur Thermistor PTC dan NTC
  9. Cara Mengukur SCR (Silicon Controlled Rectifier)
  10. Cara Mengukur Uni Junction Transistor (UJT)
  11. Cara Mengukur TRIAC (Triode for Alternating Current)
  12. Cara Menguji MOSFET dengan Multimeter

 

Equipment / Peralatan Elektronika

  1. Pengertian Power Supply dan Jenis-jenisnya
  2. Peralatan Kerja pada Perakitan Rangkaian Elektronika
  3. Pengertian Osiloskop dan Spesifikasi penentu Kinerjanya
  4. Bagian-bagian Osiloskop (Kontrol dan Indikator Osiloskop)
  5. Cara Menggunakan Tang Ampere (Clamp Ampere) dan Prinsip Kerjanya
  6. Pengertian Test Pen (Tespen) dan Cara Penggunaannya.

 

Ilmu Statistika

  1. Statistika Dasar
  2. Analisis Korelasi Sederhana
  3. Pengertian Uji Hipotesis dan Jenis-jenisnya
  4. Analisis Regresi Linear Sederhana
  5. Cara Uji Validitas Kuesioner dengan Microsoft Excel
  6. Cara Menentukan Jumlah Sampel dengan Rumus Slovin
  7. Cara Install Add-Ins Analysis ToolPak di Microsoft Excel untuk Analisis Statistika
  8. Cara Menghitung Koefisien Korelasi dengan menggunakan Microsoft Excel

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*