_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"teknikelektronika.com","urls":{"Home":"http://teknikelektronika.com","Category":"http://teknikelektronika.com/category/equipment/","Archive":"http://teknikelektronika.com/2017/11/","Post":"http://teknikelektronika.com/pengertian-skala-likert-likert-scale-menggunakan-skala-likert/","Page":"http://teknikelektronika.com/","Attachment":"http://teknikelektronika.com/pengertian-skala-likert-likert-scale-menggunakan-skala-likert/skala-likert/","Nav_menu_item":"http://teknikelektronika.com/778/","Custom_css":"http://teknikelektronika.com/mh_magazine/","Insertpostads":"http://teknikelektronika.com/insertpostads/native-ads/"}}_ap_ufee

Pengertian Bit dan Byte dalam Elektronika Digital

Pengertian Bit dan Byte dalam Elektronika Digital

Pengertian Bit dan Byte dalam Elektronika Digital – Dalam dunia elektronika digital terutama pada media penyimpanan digital dan kecepatan transfer data pada komunikasi digital, kita sering menemui istilah Bit dan Byte. Contoh pada Media penyimpanan seperti Harddisk, pada umumnya akan terdapat 100GB, 250GB ataupun 500GB. Sedangkan pada transfer data atau kecepatan akses internet yang sering disebut-sebut mencapai 2Mbps, 10Mpbs hingga 42 Mbps. GB yang dimaksud pada media penyimpanan adalah Gigabyte sedangkan Mbps dalam hal transfer data atau kecepatan Internet adalah Mega bit per second. Jadi sebenarnya apa yang dimaksud dengan Bit dan Byte tersebut? Berikut ini adalah pembahasan singkatnya.

Pengertian BIT dan BYTE

Pengertian Bit

Bit adalah satuan unit data terkecil dalam komputasi digital yang pada dasarnya terdiri dari satu digit biner (bisa berupa nilai 0 ataupun 1). Bit sebenarnya merupakan singkatan dari Binary Digit (Digit Biner). Biner merupakan sistem bilangan yang berbasis dua yaitu hanya terdiri dari angka 0 dan 1 saja. 0 (nol) menandakan kondisi “OFF” atau tidak ada aliran arus listrik pada rangkaian elektronik sedangkan 1 (satu) adalah kondisi “ON” atau adanya aliran arus listrik pada rangkaian elektronik. Kondisi Bit ini juga dapat mewakilkan nilai logika seperti “TRUE” atau “FALSE” dan “YES” atau “NO”. Bit biasanya dilambangkan dengan “b” (huruf b kecil). Satuan kecepatan transfer data pada umumnya menggunakan bit per second (bit per detik) atau disingkat dengan “bps”.

Sebagai contoh, kode bilangan biner 10102 ini terdiri dari 4 bit dan mewakili nilai 10 pada sistem bilangan Desimal. Cara perhitungan untuk mengkonversikan bilangan biner ke bilangan desimal adalah sebagai berikut :

10102 = (1 x 23 ) +  (0 x 22 ) + (1 x 21 ) +  (0 x 21)
10102 = 8 + 0 + 2 + 0
10102 = 1010

Baca juga : Sistem Bilangan dalam Elektronika Digital.

Pengertian Byte

Byte adalah kumpulan 8 bit yang digabung menjadi satu. Dengan kata lain, 1 byte adalah sama dengan 8 bit. Satuan byte ini sering digunakan untuk menyatakan kapasitas suatu media penyimpanan seperti kilobyte (KB), megabyte (MB), gigabyte (GB) dan terabyte (TB). Lambang atau simbol yang biasanya digunakan untuk byte adalah huruf “B” (huruf B besar). Lambang inilah yang dijadikan sebagai pembeda antara Byte dengan Bit dalam penulisan singkatan satuannya. 1 byte dapat mewakili rentang nilai dari 0 hingga 255 dalam bilangan desimal.

Mengapa dikatakan mewakili rentang 0 hingga 255? Dibawah ini adalah perhitungannya.

0000 00002 = 010
1111 11112 = 25510

Dalam bahasa Indonesia, byte sering disebut dengan Bita.

Perlu diketahui bahwa perhitungan kilo, mega dan giga pada byte yang berbilangan biner 8 bit berbeda dengan sistem bilangan desimal yang umum dipakai. 1 kilobyte atau 1KB dalam sistem bilangan biner adalah adalah 1,024 byte ( 210) dan 1 megabyte atau 1MB adalah terdiri dari 1.024 kilobyte.

Contoh

Jika suatu media penyimpanan digital atau Harddisk dikatakan memiliki kapasitas penyimpan 500GB berapakah Kilobyte-nya? Jawabannya adalah 512,000KB, berikut ini cara perhitungannya.

Penyelesaiannya :

500 x 1024 = 512,000 KB

Prefix Satuan SI pada Byte dan konversinya

1 byte (B) = 8 bits (b)
1 Kilobyte (KB) = 210 bytes = 1,024 byte
1 Megabyte (MB) = 220 bytes = 1,048,576 byte
1 Gigabyte (GB) = 230 bytes = 1,073,741,824 byte
1 Terabyte (TB) = 240 bytes = 1,099,511,627,776 byte

Menghitung kecepatan transfer data

Pada umumnya, Bandwitdh Internet ataupun kecepatan akses data internet menggunakan satuan unit bit per second yang disingkat dengan bps. Jika kecepatan akses internet untuk download yang ditawarkan adalah 10Mbps (bit per second) oleh penyedia layanan internet, maka berapa lama harus kita tunggu untuk melakukan download file yang berukuran sebesar 100MB (Megabyte)?

Penyelesaiannya :

Konversi Bit ke Byte

10Mbps = 10Mbps / 8
10Mbps = 1,25MBps

Jadi 10 Mbps (Megabit per second) adalah sama dengan 1,25 MBps (Megabyte per second),

Perhitungan Kecepatan download

100 / 1,25 = 80 detik atau sekitar 1 menit 20 detik.

Jika ukuran file yang akan didownload adalah 100MB maka waktu yang diperlukan adalah 80 detik atau 1 menit 20 detik.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*