_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"teknikelektronika.com","urls":{"Home":"http://teknikelektronika.com","Category":"http://teknikelektronika.com/category/equipment/","Archive":"http://teknikelektronika.com/2017/02/","Post":"http://teknikelektronika.com/pengertian-teorema-thevenin-perhitungannya/","Page":"http://teknikelektronika.com/","Attachment":"http://teknikelektronika.com/?attachment_id=1199","Nav_menu_item":"http://teknikelektronika.com/778/","Custom_css":"http://teknikelektronika.com/mh_magazine/"}}_ap_ufee

Cara Kerja Bel Listrik (Electric Bell)

Cara Kerja Bel Listrik – Bel Listrik yang dalam bahasa Inggris disebut dengan Electric Bell adalah sebuah alat yang dapat mengubah energi listrik menjadi energi suara dengan menggunakan prinsip Elektromagnetik. Meskipun saat ini banyak Bel yang menggunakan sistem Elektronik, Bel Listrik yang menggunakan prinsip gaya elektromagnet ini masih banyak digunakan.

Penggunaan Bel Listrik jenis Elektromagnetik ini banyak kita temui pada sistem keamanan dan keselamatan yang terdapat di Pabrik, Hotel maupun Pusat Perbelanjaan dengan mempergunakannya sebagai Alarm Kebakaran (Fire Alarm). Selain itu, Bel Listik juga sering digunakan sebagai Alarm Maling dan juga Lonceng di Sekolah.

Salah satu Bel Listrik dengan prinsip Elektromagnetik yang sering digunakan adalah Bel Listrik yang berbentuk “Interrupter Bell” yaitu jenis Bel Listrik yang dapat menghasilkan suara secara terus menerus ketika diberikan arus listrik. Cara kerja Bel Listrik juga tidak terlalu rumit, untuk menjelaskannya lebih lanjut, kita perlu mengetahui beberapa bagian atau komponen penting dalam Bel Listrik dan juga gambar dasarnya.

Komponen Utama Bel Listrik

Bel Listrik dengan Prinsip kerja Elektromagnetik terdiri dari beberapa Komponen atau bagian utama yaitu :

  1. Lonceng (Gong)
  2. Pemukul (Striker)
  3. Kumparan Elektromagnet
  4. Armature
  5. Spring
  6. Interuptor (penghubung dan pemutus arus listrik)

Gambar Rangkaian Bel Listrik (Electric Bell)

cara kerja bel listrikCara Kerja Bel Listrik

Berdasarkan gambar Rangkaian Bel Listrik (Electric Bell)  diatas, saat Switch (S1) ditekan (ON), arus listrik akan mengalir ke Kumparan Elektromagnet melalui Interuptor sehingga terjadi medan magnet untuk menarik Armature Striker (pemukul). Striker yang ditarik tersebut kemudian memukul Lonceng (Gong) sehingga Bel Listrik berbunyi.   Ketika Armature Striker ditarik oleh Elektromagnet, hubungan listrik di Interuptor pun terputus dan menyebabkan Kumparan Elektromagnetik tidak dialiri arus listrik.

Kumparan Elektromagnetik yang tidak dialiri arus listrik tersebut akan kehilangan medan magnetnya sehingga tidak mampu lagi menarik Armature. Armature yang terlepas tersebut akan mengayun kembali ke posisi semula dan Interuptor menjadi terhubung kembali sehingga arus listrik dapat mengalir lagi ke Kumparan Elektromagnet untuk menarik Armature. Demikian siklus proses tersebut berulang-ulang kembali dengan cepat dalam hitungan detik sehingga menghasilkan suara yang berkesinambungan (terus menerus). Suara atau bunyi Bel Listrik ini akan terhenti jika Switch (S1) di-OFF-kan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*