Daftar Isi Blog Teknik Elektronika dan Statistika  (teknikelektronika.com)

Komponen Elektronika

  1. Jenis-jenis Komponen Elektronika beserta Fungsi dan Simbolnya
  2. Pengertian Komponen Elektronika Aktif dan Komponen Elektronika Pasif
  3. Pengertian PCB dan Jenis-jenisnya
  4. Pengertian Resistor dan Jenis-jenisnya
  5. Pengertian Induktor dan Jenis-jenisnya
  6. Pengertian Kapasitor dan Jenis-jenisnya
  7. Pengertian Dioda dan Jenis-jenisnya
  8. Pengertian Transistor dan Jenis-jenisnya
  9. Pengertian Phototransistor dan Prinsip Kerjanya
  10. Pengertian Field Effect Transistor (FET) dan jenis-jenisnya
  11. Pengertian Transistor Darlington dan Konfigurasinya
  12. Pengertian Transistor IGBT dan Karakteristiknya
  13. Pengertian LDR
  14. Pengertian Baterai dan Jenis-jenisnya
  15. Pengertian Integrated Circuit (IC) dan aplikasinya
  16. Pengertian Mikroprosesor dan Cara Kerjanya
  17. Pengertian Mikrokontroler dan Strukturnya
  18. Pengertian TRIAC dan Aplikasinya
  19. Pengertian DIAC dan Cara Kerjanya
  20. Pengertian Transformator dan Prinsip Kerjanya
  21. Jenis-jenis Transformator (Trafo)
  22. Kelebihan dan Keterbatasan Integrated Circuit (IC)
  23. Jenis-jenis Pengelompokan IC (Integrated Circuit)
  24. Mengenal IC 555 dan Konfigurasi kakinya
  25. Pengertian Sel Surya (Solar Cell) dan Prinsip Kerjanya
  26. Pengertian Dioda Zener dan Prinsip Kerjanya
  27. Pengertian Dioda Varaktor dan Prinsip Kerjanya
  28. Pengertian Dioda Laser dan Aplikasinya
  29. Pengertian Dioda Tunnel dan Karakteristiknya
  30. Pengertian Dioda Foto (Photodiode) dan Prinsip Kerjanya
  31. Pengertian Dioda Bridge (Dioda Jembatan) dan Prinsip Kerjanya
  32. Pengertian Dioda Schottky dan Prinsip Kerjanya
  33. Pengertian Transducer dan Jenis-jenisnya
  34. Pengertian Loudspeaker dan Prinsip Kerjanya
  35. Pengertian Microphone dan Prinsip Kerjanya
  36. Spesifikasi Microphone (Sensitivity, Directivity, Frequency Response, Impedance)
  37. Pengertian Optocoupler dan Prinsip Kerjanya
  38. Jenis-jenis IC Voltage Regulator
  39. Pengertian Seven Segment Display (Layar 7 Segmen)
  40. Pengertian dan Fungsi Potensiometer
  41. Pengertian Rheostat dan Jenis-jenisnya
  42. Pengertian LED (Light Emitting Diode) dan Prinsip Kerjanya
  43. Lampu TL Fluorescent dan TL LED
  44. Pengertian Sensor Suhu dan Jenis-jenisnya
  45. Pengertian Termokopel (Thermocouple) dan Prinsip Kerjanya
  46. Jenis-jenis Lampu Listrik
  47. Pengertian Sakelar Listrik dan Cara Kerjanya
  48. Jenis-jenis Sakelar Listrik dalam Rangkaian Elektronika
  49. Pengertian Antena dan Parameter Karakteristiknya
  50. Pengertian Thermistor NTC dan PTC
  51. Pengertian Termostat dan Prinsip Kerjanya
  52. Pengertian Relay dan Fungsinya
  53. Pengertian Solid State Relay dan Cara Kerjanya
  54. Pengertian Fuse (Sekering) dan Cara Mengukurnya
  55. Pengertian Konektor (Connector) dan Jenis-jenisnya
  56. Pengertian SCR (Silicon Controlled Rectifier) dan Prinsip Kerjanya
  57. Pengertian SCS (Silicon Controlled Switch) dan Prinsip Kerjanya
  58. Pengertian Thyristor dan Jenis-jenisnya
  59. Jenis-jenis Baterai Kancing (Button Cell) dan Cara Membacanya
  60. Pengertian Piezoelectric Buzzer dan Cara Kerjanya
  61. Pengertian Op-Amp (Operational Amplifier)
  62. Pengertian MCB (Miniature Circuit Breaker) dan Prinsip kerja MCB
  63. Pengertian dan Fungsi Ferrite Bead
  64. Pengertian Motor Listrik DC dan Prinsip Kerjanya
  65. Jenis-jenis Motor DC (Motor Listrik Arus Searah)
  66. Pengertian Solenoida (Solenoid) dan Jenis-jenisnya
  67. Pengertian Kabel Listrik dan Jenis-jenisnya
  68. Pengertian Kabel Fiber Optik dan Jenis-jenisnya.
  69. Pengertian Sensor dan Jenis-jenisnya
  70. Pengertian Sensor Efek Hall dan Prinsip Kerjanya
  71. Pengertian Sensor Proximity dan Jenis-jenisnya.
  72. Pengertian Sensor Sentuh dah Jenis-jenisnya.
  73. Pengertian Sensor Akselerometer (Accelerometer Sensor) dan Prinsip Kerjanya
  74. Pengertian Sensor Fingerprint (Sidik Jari) – Prinsip Kerja dan Jenis-jenisnya
  75. Jenis-jenis Colokan Listrik dan Soket Listrik
  76. Pengertian Audio Jack dan Jenis-jenisnya
  77. Pengertian LCD (Liquid Crystal Display) dan Prinsip Kerjanya
  78. Pengertian Multiplexer (Multiplekser) dan Cara Kerja Multiplexer
  79. Pengertian CMOS (Complementary Metal Oxide Semiconductor) dan Cara Kerja CMOS
  80. Pengertian ADC (Analog to Digital Converter) dan Cara Kerja ADC
  81. Pengertian DAC (Digital to Analog Converter) dan Cara Kerja DAC
  82. Perbedaan CPU dan GPU
  83. Pengertian NAND Flash Memory (Memori Flash NAND) dan Jenis-jenisnya
  84. Perbedaan Prosesor AI dengan Prosesor Biasa
  85. 8 Sensor yang Terdapat di Smartphone
  86. Pengertian Attenuator beserta Fungsi dan Jenis-jenisnya
  87. Pengertian ELCB (Earth Leakage Circuit Breaker) dan Fungsinya
  88. Pengertian NPU (Neural Processing Unit) dan Fungsinya
  89. Pengertian SoC (System on Chip) dan Bagian Utamanya
  90. Pengertian SSD (Solid State Drive) dan Prinsip Kerjanya
  91. Pengertian HDMI dan Jenis-jenisnya
  92. HDMI dan DisplayPort: Pengertian dan Perbedaannya
  93. Pengertian ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) dan Jenis-jenisnya
  94. Pengertian Fusible Resistor dan Cara Kerjanya
  95. Pengertian Heatsink dan Jenis-jenisnya

Teori Elektronika

  1. Pengertian Elektronika (Electronics)
  2. Pengertian Tegangan Listrik (Electric Voltage)
  3. Pengertian Arus Listrik (Electric Current)
  4. Pengertian Hambatan/Resistansi Listrik (Electrical Resistance)
  5. Pengertian Impedansi Listrik (Electrical Impedance)
  6. Pengertian Frekuensi (Frequency)
  7. Pengertian Elektromagnet dan Elektromagnetisme
  8. Pengertian dan Bunyi Hukum Ohm
  9. Pengertian dan Bunyi Hukum Coulomb
  10. Pengertian dan Bunyi Hukum Kirchhoff (Kirchhoff 1 dan Kirchhoff 2)
  11. Pengertian dan Bunyi Hukum Faraday
  12. Pengertian dan Bunyi Hukum Joule
  13. Pengertian dan Prinsip Dasar Semi Konduktor
  14. Rangkaian Seri dan Paralel Resistor
  15. Rangkaian Seri dan Paralel Kapasitor
  16. Rangkaian Seri dan Paralel Baterai
  17. Rangkaian Seri dan Paralel Induktor
  18. Rangkaian Paralel Lampu Penerangan
  19. Rangkaian Seri dan Paralel LED (Cara Merangkai Lampu LED)
  20. Pengertian Spektrum Frekuensi Radio dan Pengalokasiannya
  21. Pengertian Gerbang Logika Dasar dan Jenis-jenisnya
  22. Pengertian Daya Listrik dan Cara Menghitungnya
  23. Cara Menghitung Nilai Resistor (Kode Warna dan Kode Angka)
  24. Cara Menghitung Nilai Kapasitor berdasarkan Kode Angkanya
  25. Prinsip Kerja DC Power Supply (Catu Daya)
  26. Cara Menghitung Daya Listrik yang diperlukan Rumah
  27. Cara Menghitung Biaya Listrik Perangkat Elektronik dan Listrik
  28. Cara Menghitung Kebutuhan PK AC dengan Luas Ruangan
  29. Cara Menghitung Konversi mAh ke Wh (miliAmpere Hour ke Watt Hour)
  30. Cara Membuat Induktor yang berinti Udara
  31. Cara Menghitung Nilai Resistor untuk Indikator LED
  32. Cara Menghitung Konstanta Waktu Rangkaian RC (Resistor Capacitor)
  33. Besaran dan Satuan Listrik/Elektronika
  34. Mengenal Kode-kode Transistor dan Dioda
  35. Arti Kode/Tulisan pada MCB (Miniature Circuit Breaker)
  36. Tiga Konfigurasi Dasar Transistor Bipolar
  37. Pengertian Rectifier (Penyearah Gelombang) dan Jenis-jenisnya
  38. Pengertian Desibel (Decibel) dan Cara Menghitungnya
  39. Rumus dan Rangkaian Pembagi Tegangan (Voltage Divider)
  40. Pengertian Aljabar Boolean dan Hukumnya
  41. Sistem Bilangan pada Elektronika Digital
  42. Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Biner dan Sebaliknya
  43. Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Oktal dan Sebaliknya
  44. Cara Konversi Bilangan Desimal ke Bilangan Heksadesimal dan Sebaliknya
  45. Pengertian BCD (Binary Coded Decimal) dan Cara Konversinya
  46. Pengertian BIT dan BYTE dalam Elektronika Digital
  47. Pengertian Osilator dan Prinsip Kerjanya
  48. Pengertian Power Amplifier (Penguat Daya) dan Kelas-kelasnya
  49. Cara Menghitung Panjang Gelombang dan Kecepatan Gelombang
  50. Pengertian Flip-flop dan Jenis-jenisnya
  51. Pengertian Electrical Waveform (Bentuk Gelombang Listrik) dan Jenis-jenisnya
  52. Pengertian Modulasi dan Jenis-jenisnya
  53. Teorema Thevenin dan Cara Perhitungannya
  54. Teorema Norton dan Cara Perhitungannya
  55. Pengertian Efisiensi Trafo (Transformator) dan Cara Menghitungnya
  56. Cara Menghitung Jumlah Lilitan pada Transformer Step Up dan Step Down
  57. Pengertian Noise (Derau) dan Jenis-jenisnya
  58. Pengertian Signal to Noise (SNR) dan Cara Menghitungnya
  59. Pengertian Reaktansi Kapasitif dan Cara Menghitungnya
  60. Pengertian Reaktansi Induktif dan Cara Menghitungnya
  61. Cara Kerja Kapasitor dan Strukturnya
  62. Pengertian Low Pass Filter (LPF) atau Tapis Lolos Bawah
  63. Pengertian High Pass Filter (HPF) atau Tapis Lolos Atas
  64. Pengertian Band Pass Filter (BPF) atau Tapis Lolos Antara
  65. Pengertian Band Stop Filter (BSF) atau Notch Filter
  66. Pengertian Pulse Width Modulation (PWM) atau Modulasi Lebar Pulsa
  67. Fungsi Transistor : Transistor sebagai Sakelar dan cara kerjanya
  68. Pengertian Efek Doppler dan Rumus Efek Dopper serta cara menghitungnya
  69. Pengertian Multivibrator dan Jenis-jenisnya
  70. Pengertian Multivibrator Astabil (Astable Multivibrator) dan Cara Kerjanya
  71. Pengertian Multivibrator Monostabil (Monostable Multivibrator) dan Cara Kerjanya
  72. Pengertian Multivibrator Bistabil (Bistable Multivibrator) dan Cara Kerjanya
  73. Pengertian DPI (Dot Per Inch)
  74. Pengertian Bahan Dielektric dan Kekuatannya
  75. Pengertian KW (Kilo Watt) dan KVA (Kilo Volt Ampere) beserta Perbedaannya
  76. Pengertian BIOS dan Fungsi BIOS
  77. Pengertian Digital Signal Processing (DSP) dan Aplikasinya

Teknik Pengujian Komponen Elektronika

  1. Cara Menggunakan Multimeter
  2. Cara Mengukur Dioda
  3. Cara Mengukur Dioda Zener
  4. Cara Mengukur Transistor
  5. Cara Menentukan Jenis Transistor NPN dan PNP dengan Digital Multimeter
  6. Cara Mengukur LDR
  7. Cara Mengukur Kapasitor
  8. Cara Mengukur Potensiometer
  9. Cara Mengukur Thermistor PTC dan NTC
  10. Cara Mengukur SCR (Silicon Controlled Rectifier)
  11. Cara Mengukur Uni Junction Transistor (UJT)
  12. Cara Mengukur TRIAC (Triode for Alternating Current)
  13. Cara Menguji MOSFET dengan Multimeter
  14. Cara Mengukur Tegangan AC dan Frekuensi dengan Osiloskop

 

Equipment / Peralatan Elektronika

  1. Pengertian Power Supply dan Jenis-jenisnya
  2. Pengertian Power Inverter dan Prinsip Kerjanya
  3. Pengertian Surge Protector dan Cara Kerjanya
  4. Pengertian Function Generator dan Jenis-jenisnya
  5. Peralatan Kerja pada Perakitan Rangkaian Elektronika
  6. Pengertian Osiloskop dan Spesifikasi penentu Kinerjanya
  7. Bagian-bagian Osiloskop (Kontrol dan Indikator Osiloskop)
  8. Cara Menggunakan Tang Ampere (Clamp Ampere) dan Prinsip Kerjanya
  9. Pengertian Test Pen (Tespen) dan Cara Penggunaannya
  10. Pengertian dan Perbedaan Multimeter Analog dan Multimeter Digital
  11. Pengertian Galvanometer dan Cara Kerjanya
  12. Pengertian LCR Meter beserta Fungsi dan Cara Kerjanya
  13. Mengenal Breadboard dan Cara Menggunakannya

Perangkat Elektronika dan Listrik

  1. Pengertian Bel Listrik dan Cara Kerjanya.
  2. Pengertian Smoke Detector (Detektor Asap) dan Jenis-jenisnya
  3. Pengertian USB (Universal Serial Bus) dan Jenis-jensi Konektor USB
  4. Pengertian Wireless Battery Charging (Pengisian Baterai Nirkabel
  5. Cara Kerja Wirelss Battery Charging (Pengisian Baterai Nirkabel
  6. Pengertian NFC (Near Field Communication) dan Cara Kerjanya
  7. Pengertian Wi-Fi dan Cara Kerjanya
  8. Pengertian GPS dan Cara Kerjanya
  9. Pengertian Mobil Listrik dan Jenis-jenisnya.
  10. Pengertian Penyalur Petir (Penangkal Petir) dan Bagian-bagiannya
  11. Perkembangan Teknologi Seluler 1G hingga 5G
  12. Cara Kerja Barcode Scanner dan Komponen Utamanya
  13. Jenis-Jenis Mesin Laser dan Kegunaannya di Industri & Bisnis
  14. Sejarah Perkembangan Teknologi Laser dari Dulu hingga Sekarang
  15. Pengertian Mesin Laser CO₂ (Carbon Dioxide Laser) dan Cara Kerjanya

Ilmu Statistika

  1. Statistika Dasar
  2. Pengertian Data dalam Statistik dan Jenis-jenis Data
  3. Pengertian Derajat Kebebasan (Degree of Freedom) dalam Statistika
  4. Analisis Korelasi Sederhana
  5. Pengertian Uji Hipotesis dan Jenis-jenisnya
  6. Analisis Regresi Linear Sederhana
  7. Cara Menghitung Z-Score dan Rumus Z-Score
  8. Cara Uji Validitas Kuesioner dengan Microsoft Excel
  9. Cara Menentukan Jumlah Sampel dengan Rumus Slovin
  10. Cara Install Add-Ins Analysis ToolPak di Microsoft Excel untuk Analisis Statistika
  11. Cara Menghitung Koefisien Korelasi dengan menggunakan Microsoft Excel
  12. Cara Uji Hipotesis t-test dengan menggunakan Microsoft Excel
  13. Cara Analisis Statistik Deskriptif dengan menggunakan Microsoft Excel
  14. Cara Membuat Histogram di Microsoft Excel
  15. Pengertian Skala Likert dan Cara Menggunakannya
  16. Pengertian Kuartil beserta Rumus dan Contohnya
  17. Pengertian Desil beserta Rumus dan Contohnya

Teknologi

  1. Pengertian IoT (Internet of Things) dan Konsep Dasarnya
  2. AR dan VR: Pengertian, Perbedaan, dan Contoh Penerapannya
  3. Kode IP (Ingress Protection): Pengertian sertaTingkatan Dan Cara Bacanya

3 Comments

  1. Mas / mbk admin mohon maaf, kalo boleh saya tahu untuk penulis dari website ini, sebagai tinjauan pustaka dari skripsi saya, terimakasin

  2. Saya suka website yg gratis tis tis seperti ini, bahkan tanpa syarat dan ketentuan, semoga menjadi amal jariyah kelak diakhirat

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*