_ap_ufes{"success":true,"siteUrl":"teknikelektronika.com","urls":{"Home":"https://teknikelektronika.com","Category":"https://teknikelektronika.com/category/equipment/","Archive":"https://teknikelektronika.com/2019/04/","Post":"https://teknikelektronika.com/cara-kerja-wireless-charger-pengisi-nirkabel/","Page":"https://teknikelektronika.com/","Attachment":"https://teknikelektronika.com/cara-kerja-wireless-charger-pengisi-nirkabel/cara-kerja-wireless-charging-pengisian-nirkabel-handphone/","Nav_menu_item":"https://teknikelektronika.com/778/","Custom_css":"https://teknikelektronika.com/mh_magazine/","Insertpostads":"https://teknikelektronika.com/insertpostads/inpage-ads/"}}_ap_ufee

Spesifikasi Microphone (Sensitivity, Frequency Response, Directivity, Impedance)

Spesifikasi Mikrofon

Memahami Spesifikasi Microphone (Sensitivity, Frequency Response, Directivity, Impedance) – Microphone atau sering disingkat dengan MIC adalah suatu perangkat yang dapat mengubah energy akustik (gelombang suara) menjadi energi listrik yang berupa sinyal audio. Saat kita memilih Microphone, kita perlu memahami berbagai spesifikasi atau parameter pada microphone sehingga kita bisa mendapatkan microphone yang terbaik untuk kebutuhan kita.
Baca juga : Pengertian Microphone dan Cara Kerjanya. 

Terdapat 4 spesifikasi atau parameter penting yang harus kita pahami mengenai perangkat yang dalam bahasa Indonesia sering kita sebut dengan istilah Mikrofon atau Mikropon ini. Spesifikasi atau Parameter Mikrofon ini menangani elemen-elemen yang berbeda-beda. Dibawah ini adalah pembahasan singkat mengenai keempat spesifikasi dan parameter pada Microphone atau Mikrofon.

Spesifikasi Microphone (Mikrofon)

Berikut ini 4 spesifikasi Microphone yang harus kita pahami dalam pemilihan Microphone. Keempat Spesifikasi penting Microphone (Mikrofon) ini diantaranya adalah Sensitivity Microphone, Frequency Response Microphone, Directivity Microphone dan Impedance Microphone.

Sensitivity (Sensitivitas)

Microphone Sensitivity atau Sensitivitas Mikrofon adalah rasio output listrik (tegangan) dengan intensitas suara input. Dengan kata lain, Sensivity ini adalah kemampuan mikrofon untuk mengubah tekanan akustik menjadi tegangan listrik. Sensitivity Microphone atau Sensitivitas Mikrofon sering dinyatakan dengan decibel (dB), namun ada juga yang menggunakan Pa (Pascal). Mikrofon (Microphone) dengan sensitivitas tinggi akan menghasilkan output tegangan tinggi sehingga tidak memerlukan penguatan (amplification) yang lebih banyak apabila dibandingkan dengan mikrofon yang bersensitivitas rendah. Dalam aplikasi yang memerlukan tingkat tekanan suara yang rendah, mikrofon dengan sensitivitas tinggi sangat diperlukan untuk menjaga agar noise (derau) tetap dalam tingkat yang rendah.

Frequency Response (Respons Frekuensi)

Microphone Frequency Response atau Respons frekuensi mikrofon adalah ukuran kemampuan mikrofon untuk mengubah frekuensi akustik yang berbeda menjadi voltase AC. Dengan kata lain, Respons Frekuensi ini adalah spesifikasi atau parameter yang menunjukan bagaimana Mikrofon menangani frekuensi yang berbeda dalam rentang frekuensi Audio.

Untuk suara manusia, respons frekuensi mikrofon hanya perlu mencakup kisaran sekitar 100Hz hingga 3000Hz. Namun, untuk aplikasi Hi-Definition atau Hi-Fi, respons frekuensi mikrofon harus mencakup jangkauan yang lebih luas yaitu 20Hz hingga 20.000Hz.

Directivity (Pola Arah)

Karakteristik directivity mikrofon mengacu pada seberapa baik mikrofon merespons suara yang datang dari arah yang berbeda. Mikrofon omnidirectional merespon dengan baik di semua arah, sedangkan mikrofon directional merespons dengan baik hanya dalam arah tertentu.

Impedance (Impedansi)

Parameter atau spesifikasi Impedansi atau Impedance pada Mikrofon adalah parameter yang menunjukan seberapa banyak mikrofon menghambat aliran sinyal AC. Satuan yang digunakan untuk Impedansi pada Mikropon adalah Ohm (Ω). Umumnya, Mikrofon yang memiliki impedansi kurang dari 600Ω diklasifikasikan sebagai Mikrofon Impedansi rendah dan Mikrofon yang memiliki impedansi diantara 600Ω hingga 10.000Ω dikategorikan sebagai Mikrofon impedansi Menengah. Sedangkan Mikrofon yang berimpedansi lebih dari 10.000Ω digolongkan sebagai Mikrofon Impedansi Tinggi (High-Impedance Microphone).

Kinerja Mikrofon yang memiliki impedansi tinggi akan lebih rendah apabila dibandingkan dengan Mikrofon yang berimpedansi rendah, terutama pada saat menggunakan kabel yang relatif panjang untuk mikrofon tersebut. Pada dasarnya, Mikrofon yang berimpedansi rendah akan memiliki kinerja yang relatif lebih baik jika dibandingkan dengan Mikrofon Impedansi tinggi. Namun perlu diketahui bahwa impedansi bukanlah satu-satunya faktor pertimbangan dalam pemilihan mikrofon.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*