Pengertian Elektromagnet (Electromagnet) dan Elektromagnetisme (Electromagnetism)

Pengertian Elektromagnet (Electromagnet) dan Elektromagnetisme (Electromagnetism) – Apabila sebuah gulungan kawat atau kumparan dialiri arus listrik, muatan listrik yang bergerak akan menimbulkan medan magnet. Medan Magnet yang timbul karena aliran arus listrik pada kumparan ini disebut dengan Elektromagnet. Dengan kata lain, Elektromagnet adalah jenis magnet yang medan magnetnya dihasilkan oleh arus listrik.

Medan Magnet yang dihasilkan dapat berubah dengan cepat tergantung pada besar kecilnya arus listrik yang mengalir pada gulungan kawat atau kumparan ini. Pada saat arus listrik berhenti mengalir, kumparan tersebut tidak lagi berfungsi seperti Magnet (medan magnetnya hilang). Dengan demikian dapat diambil kesimpulannya bahwa kekuatan medan magnet pada Elektromagnet ini berbanding lurus dengan arus listrik yang melewatinya.

Jadi dapat dikatakan juga bahwa Elektromagnet pada dasarnya adalah kumparan atau gulungan kawat yang berperilaku seperti magnet batang dengan kutub utara dan kutub selatan yang berbeda ketika dilewati arus listrik. Inti magnet yang dililit kawat untuk Elektromagnet ini biasanya terbuat dari bahan feromagnetik seperti besi.

Elektromagnet ini digunakan dalam berbagai perangkat listrik yang memerlukan pengendalian terhadap medan magnetnya, contoh seperti generator listrik, motor, relay, solenoid, mesin daur ulang sampah, bel listrik dan lain sebagainya.
Baca juga : Pengertian Solenoid dan Jenis-jenisnya.

Elektromagnetisme (Electromagnetism)

Fenomena dimana medan magnet dihasilkan oleh pengaruh arus listrik disebut Elektromagnetisme (Electromagnetism). Fenomena Elektromagnetisme ini ditemukan oleh seorang Fisikawan Denmark yang bernama Hans Christain Oersted pada tahun 1819. Hans menemukan adanya hubungan antara listrik dan magnetisme dalam sebuah eksperimen yang sederhana. Eksperimen yang dilakukannya ini menunjukan bahwa kawat yang dialiri arus listrik menolak jarum magnet sebuah kompas.

Pengaruh Magnetik pada Arus Listrik

Ketika arus listrik melewati sebuah kawat konduktor, garis-garis gaya magnet akan terbentuk disekitarnya. Untuk lebih mudah memahami efek magnetik pada arus listrik listrik ini, silakan lihat contoh dan gambar dibawah ini :

pengertian Elektromagnet

Ambil sebuah papan dan taburkan serbuk besi diatas papan tersebut seperti ditunjukan pada gambar diatas kemudian ketuk papan tersebut dengan ringan dan berikan arus listrik pada kumparan kawat konduktor tersebut.

  1. Medan Magnet akan bervariasi seiring dengan jaraknya dengan konduktor yang dialiri arus listrik. Medan magnet akan lebih kuat apabila dekat dengan konduktor yang dialiri arus listrik dan semakin melemah dengan bertambahnya jarak (lebih jauh) dari konduktor.
  2. Semakin besar arus listriknya maka semakin kuat pula medan magnetnya. Hal ini menunjukan bahwa kuatnya medan magnet disekitar Konduktor tergantung dari besarnya aliran arus listrik.
  3. Arah aliran arus tegak lurus dengan arah medan magnet.
  4. Jika arah arus dibalik, maka arah medan magnet juga akan terbalik. Hal ini dapat dilihat dengan meletakkan jarum magnet di dekat konduktor.

Kelebihan dan Kelemahan Elektromagnet dibandingkan Magnet Permanen

Baik Elektromagnet maupun Magnet Permanen memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Keuntungan utama menggunakan Elektromagnet dibandingkan magnet permanen adalah kita dapat mengendalikan medan magnetnya. Kita dapat menghidupkan dan mematikan medan magnet dan bahkan dapat mengendalikan kekuatan medan magnetnya.

Namun pada saat menggunakan elektromagnet, kita memerlukan catu daya untuk menyediakan arus listriknya. Beberapa elektromagnet dihubungkan ke stopkontak listrik AC ataupun menggunakan baterai sebagai sumber arus listriknya. Di sisi lain, Magnet permanen tidak memerlukan sumber daya karena secara alami telah memiliki sifat Magnetnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*